NasDem Pilih Tokoh yang Mengabdikan Diri untuk Tanah Papua

0

SENTANI, PAPUA (28 Juni): Sejak dibukanya pendaftaran bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur Provinsi Papua, NasDem Papua sudah menerima 6 orang pengambil formulir pendaftaran.  Beberapa dari mereka sudah ada yang menyerahkan kembali formulir pendaftaran dan profil dirinya.  Hal demikian disampaikan Sekretaris Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Papua, Sulaiman Hamzah.

“Tentu ini masih dalam proses verifikasi adminitrasi, kemudian akan dibawa ke DPP NasDem, selanjutnya nanti ada tim 7 yang akan melakukan pembahasan dan dilanjutkan dengan survei di daerah,” ungkap SUlaiman kepada wartawan di Sentani, Papua.

Lebih jauh politisi NasDem ini juga mengatakan, saat ini prosesnya masih panjang, untuk verifikasi sampai ke pusat, untuk menentukan siapa yang akan direkomendasikan oleh Partai NasDem sebagai Balon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan bertarung pada pilkada Gubernur Papua periode 2018-2023 mendatang.

“Kita masih berikan peluang untuk siapapun tokohnya yang ingin mendaftarkan diri ke NasDem dan penentuannya tergantung dari elektabilitas masing-masing balon dan pusat sendiri akan menentukan pilihan terbaik siapa yang akan direkomendasikan,” papar Sulaiman.

Lebih jauh legislator asal Papua ini juga menjelaskan, yang terpenting adalah Partai NasDem akan memilih tokoh yang betul-betul mau mengabadikan dirinya untuk masyarakat secara universal, dan tetap menjaga keutuhan tanah Papua, sehingga kita tidak lagi menafikan Pancasila sebagai pedoman hidup yang dirawat sepanjang masa untuk keutuhan bangsa ini.

“Kita seleksi dari tokoh yang mendaftar. Kita tidak hanya memberikan kesempatan kepada kader sendiri, tokoh masyarakat yang kita anggap punya elektabilitas tinggi sesuai dengan hasil survei nanti, maka tidak menutup kemungkinan NasDem akan dukung,” tuturnya.

Dijelaskan Sulaiman, Partai NasDem tetap memberikan kesempatan terbuka untuk siapa saja, tinggal nanti pihaknya akan melihat ketokohan dari keenam balon yang mendaftar dan siapapun yang direkomendasikan nanti tidak terlepas dari hasil survei yang dilakukan nantinya.

“Jadi kita tidak berpikir kader jadi kita prioritaskan, tetapi kita ingin pilihan rakyat itu yang terbaik dan orang-orang yang kita rekomendasikan itu adalah orang-orang yang mau mengabdikan dirinya untuk Tanah Papua ini,” pungkasnya.(*)

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: