Garda Muda Alumni BEM Lampung Siap Dukung Mustafa

0

LAMPUNG (11 Juli): Langkah Ketua DPW NasDem Lampung DR. Ir. Mustafa maju dalam pertarungan pemilihan gubernur Lampung 2018 mendatang terus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen. Sebanyak 15 mantan pimpinan/presidium Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Lampung menyatakan siap mendukung Mustafa maju gubernur.

Ahmad Khairudin Syam,S.Kom, mantan ketua BEM Unila tahun 2014 mengatakan, sebanyak 15 mantan pimpinan/presidium BEM dari berbagai perguruan tinggi di Lampung siap mendukung penuh Mustafa maju mencalonkan diri menjadi Gubernur Lampung.

Dalam pergerakannya, mereka akan mencoba menggerakkan para pemuda, pelajar, mahasiswa untuk memilih Mustafa. Selain itu pihaknya juga akan gandeng seluruh komunitas pemuda, remaja Islam masjid, organisasi kepemudaan, dan lainnya untuk bergerak bersama menangkan Mustafa.

“Kami terdiri dari 100an orang alumni dan 15 mantan pimpinan/presidium BEM se-Lampung. Gerakan yang kami lakukan adalah gerakan moral dan politik yang kami namai dengan Garda Muda Alumni (Garuda) BEM LAMPUNG,” terangnya, Selasa, (11/07).

Kenapa Garda Muda? Ahmad menjelaskan, karena Garda Muda merupakan perkumpulan anak-anak muda yang peduli dengan Negeri ini khususnya Sang Bumi Ruwai Jurai. Mendukung Mustafa, ditegaskan Ahmad bukanlah tanpa alasan. Dalam waktu dekat dukungan ini akan direalisasikan lewat deklarasi pernyataan oleh Garda Muda.

“Pertama beliau sosok yg tegas & visioner. Selain itu dia orangnya “ngemong” (red: pengayom), makanya banyak tokoh ormas, tokoh OKP, tokoh adat, tokoh agama, pemuda bahkan mahasiswa yg mendeklarasikan mendukung beliau,” paparnya.

Selain itu, sambung Ahmad, selama kepemimpinan Mustafa di Lampung Tengah sudah banyak Progress yang dihasilkan, seperti beasiswa pendidikan, kesejahteraan guru dan ASN, support kepada pemuda desa, ronda kampung, perbaikan taman kota, serta perbaikan jalan dan lain sebagainya.

Bukan hanya tokoh yang visioner, dikatakan Ahmad, Mustafa juga sosok yang religius dan peduli kegiatan-kegiatan keumatan. Beliau juga Ketua Syeikhermania Lampung. Kedekatan beliau dg seluruh lapisan masyarakat membuat dia layak untuk jadi Gubernur Lampung.

“Semasa menjadi Presiden BEM saya berusaha Netral ketika ada pemilihan Kepala Daerah, karena tidak mau terlibat politik praktis serta menjaga independensi. Namun kini tabir itu memang harus dibuka, harus punya sikap politik, sikap memilih bukan berarti memilih tanpa dasar. Pilihan politik juga harus linier dengan falsafah politik nilai,” pungkasnya.(*)

Leave a Reply

%d bloggers like this: