Disiplin Bukan Bawaan Lahir

0

 

Oleh: Safarudin

Mahasiswa ABN NasDem Utusan NasDem Sulteng

 

Jika mau menikmati sebuah kesuksesan, jangan pernah melupakan satu hal, yaitu disiplin diri yang tinggi.

Saat mendengar kata disiplin, banyak orang yang berpikir bahwa disiplin adalah suatu kekangan dalam hidup, tidak bebas dan penuh peraturan.

Ada juga yang beranggapan bahwa disiplin itu sederhana untuk diucapkan, namun sulit dalam penerapannya. Apalagi menerapkan konsep-konsep kedisiplinan hingga menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Sebenarnya, apa sih makna dari disiplin?

Melalui tulisan sederhana ini, saya ingin berbagi pengetahuan tentang disiplin belajar dari pengalaman selama mengikuti pendidikan di kampus Akademi Bela Negara (ABN) NasDem.

Secara sederhana, saya ingin katakan bahwa disiplin sejatinya adalah membebaskan diri dari budak suasana hati, selera, gairah dan sejenisnya yang berkaitan dengan kebebasan tak beraturan.

Jika demikian, maka disiplin adalah suatu sikap yang kita perbuat dan bertindak harus sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan.

Mungkin saya adalah orang yang sudah terbiasa dengan kedisiplinan, hingga dengan mudah memberi pengertian di atas?

Maaf, bukan bermaksud membanggakan diri. Tapi, sebagai seorang tenaga kesehatan (Perawat), saya sudah terbiasa dengan apa yang disebut kedisiplinan. Hampir setiap saat saya selalu berinteraksi dengan pasien yang dalam penanganannya diperlukan ketelitian dan kedisiplinan.

Salah satu contoh pada pemberian obat. Dalam hal ini, saya dituntut untuk teliti dan disiplin. Sebab jika tidak, saya tidak hanya dianggap tidak profesional, tapi juga telah mengancam keselamatan jiwa seseorang.

Ini baru urusan pasien, bagaimana dengan urusan bangsa dan negara yang lebih luas dan kompleks itu?

Mungkin ini salah satu hal yang melatarbelakangi Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, mendirikan Akademi Bela Negara (ABN) NasDem.  Kesemrautan bernegara, hingga minimnya kedisiplinan, utamanya aparatur negara dalam proses pelayanan masyarakat, melahirkan hilangnya identitas diri kita sebagai bangsa yang bermartabat.

Saya meyakini benar setelah seminggu mengikuti pendidikan di kampus ABN ini. Tapi saya tidak akan membahas kerumitan-kerumitan itu. Saya akan tetap fokus pada pembahasan kedisiplinan, baik dalam sajian materi maupun dalam praktek harian kami di sini.

Dalam kurikulum kampus ABN NasDem, kami mahasiswa akan menerima materi pendidikan sebanyak 48 mata kuliah selama 4 bulan. Mata kuliah terdebut mencakup; Kepribadian dan Kejiwaan (38%), Wawasan Kebangsaan (31%) dan Wawasan Kepartaian (31%)

Dengan persentase 38% yang difokuskan pada kepribadian dan kejiwaan, membuktikan bahwa materi pendidikan di ABN NasDem mengedepankan kedisiplinan, dari dua materi lainnya.

Selama satu minggu ini kami telah menerima materi tentang bagaimana cara untuk mengenali diri dan cara berkomunikasi yang efektif kepada orang lain. Semua itu bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan diri pada setiap mahasiswa ABN.

Pengenalan diri secara mendalam sangat diperlukan untuk memutuskan setiap perilaku atau tindakan yang mencerminkan tujuan dan nilai. Dengan begitu, maka disiplin akan selalu menjadi ikutannya.

Bayangkan, jika seseorang tidak memiliki atau tidak memahami tujuan dalam hidupnya?

Selain sajian materi, di kampus ABN ini seluruh mahasiswa diajarkan dan dianjurkan untuk bersikap disiplin dalam segala hal. Misalnya ketepatan waktu makan, mandi, tidur, mengerjakan tugas, olahraga, apel dan sebagainya. Semua punya aturan mainnya sendiri, dan itu harus dipatuhi oleh setiap mahasiswa ABN.

Di hari-hari awal terlihat sedikit kekakuan di antara mahasiswa. Bahkan tidak jarang ditemukan keluhan, utamanya berkaitan dengan ketepatan waktu. Namun, di hari berikutnya hingga semingu terakhir kekakuan itu mulai mencair. Karena itu, saya berkeyakinan bahwa disiplin bukanlah bawaan lahir, selain kebiasaan yang dipandu oleh tujuan hidup dan sebuah sistem.

Di akhir tulisan ini saya ingin menyampaikan, apapun keinginan seseorang, untuk mencapainya diperlukan kedisiplinan yang tinggi.

Tanpa disiplin, seseorang tidak akan pernah mampu menyelesaikan segala apa yang telah direncanakannya.

Orang yang terbiasa hidup disiplin tahu betul apa saja yang perlu dilakukan dan fokus pada hal itu.

 

Salam Restorasi

Cerdas Militan Trampil

Penulis adalah Siswa ABN NasDem DPW NasDem Sulawesi Tengah

Leave a Reply

%d bloggers like this: