Semangat Kebangsaan di Kampus ABN NasDem

1

 

Oleh: R. Darma Tyas Utomo, S.H.

Mahasiswa ABN Utusan DPW NasDem DIY

 

Salam Restorasi !!!!

Negara Republik Indonesia didirikan oleh Founding Father kita dengan konsensus bersama di atas segala perbedaan yang ada. Dengan latar belakang perbedaan suku, agama, kepercayaan, golongan, ethnik dan budaya menjadikan Indonesia sebagai negara multikultural dan majemuk di dunia. Kita sebagai bagian dari anak bangsa harus turut serta dalam rangka merawat dan menjaga keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada perjalanannya sebagai bangsa yang telah merdeka selama kurun waktu 72 (tujuh puluh dua) tahun, bukan berarti bangsa ini tumbuh dengan tanpa gangguan dan ancaman melainkan banyak pihak baik dari luar maupun dalam negeri yang ingin membuat instabilitas politik dan gangguan keamanan di negeri ini. Upaya-upaya tersebut akhir-akhir ini tercermin seperti yang dilakukan golongan-golongan fundamentalis kanan (islam garis keras) yang secara nyata-nyata menolak eksistensi Idiologi Pancasila.

Idiologi Pancasila sendiri merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur yang hidup jauh sebelum bangsa ini didirikan, selain itu Pancasila juga merupakan salah satu pilar kebangsaan yang harus kita jaga bersama. Dengan adanya upaya-upaya oleh pihak tertentu yang dilakukan secara masif, terstruktur dan sistemik untuk menghapuskan Pancasila dan NKRI, tentunya itu merupakan tanggung jawab kita bersama untuk melawan upaya-upaya tersebut secara kongkrit.

Beranjak dari potret bangsa kita ini, Partai NasDem yang merupakan institusi partai politik ingin berkontribusi aktif dalam menanggulangi segala bentuk upaya-upaya radikal oleh golongan-golongan yang ingin mengganti idiologi bangsa ini. Selain itu sesuai Pasal 11 ayat (1) huruf a Undang-undang No 2 tahun 2008 tentang partai politik menjelaskan peran fungsi partai politik sebagai ‘pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas agar menjadi warga negara Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibanya dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara’.

Perlu digarisbawahi dari ketentuan tersebut kita sebagai warga negara harus sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara, salah satu kewajiban sebagai warga negara tercantum di dalam konstitusi kita yaitu ketentuan Pasal 30 ayat (1) Undang-undang Dasar NKRI 1945yang menjelaskan bahwa ‘tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara’.

Pasal tersebut menjelaskan bahwa setiap warga negara diwajibkan dalam upaya membela negara apabila terjadi instabilitas keamanan.

Dengan melihat kondisi Negara Kesatuan Republik Indonesia hari ini, banyak golongan yang membaiatkan diri masuk ke dalam Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) dan menolak secara terang-terangan Idiologi Pancasila dan akan menggantikannya dengan paham yang lain.

Partai NasDem menginisiasi suatu media pendidikan dalam rangka pengkaderan yang tidak hanya ditujukan untuk kepentingan partai saja melainkan juga memberikan wawasan kebangsaan dan semangat bela Negara.

Gagasan tersebut diwujudkan dengan membentuk Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem. ABN ini didirikan memiliki visi untuk terwujudnya kader partai yang cerdas, militant dan trampil dalam memperjuangkan cita-cita NasDem sebagai gerakan perubahan.

Adapun misinya sebagai berikut menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan bagi kader partai melalui penguatan aspek-aspek kepribadian, kepartaian dan kebangsaan.

DPW NasDem DI Yogyakarta menugaskan 7 (tujuh) delegasi untuk berpartisipasi dalam ABN yang diantaranya, R. Darma Tyas Utomo, S.H, Syahrul Ramadhan, S.Sos, Suntoro Roytanri Habibie, ST, Dwi Septyanto, ST, Aris Suatmaji, SP.d, Bernanditus Linggar Dian Wijaya dan Wisnu Dwiatmojo.

Harapannya dengan mengikuti ABN ini pendalaman ilmu kepartaian, kepribadian dan kebangsaan dapat menjadi solusi kongkrit partai politik dalam mengobarkan semangat cinta tanah air di samping mengutamakan cita-cita Partainya dalam hal ini Partai NasDem sendiri.

 

Penulis: Wakil Ketua Bidang Pemuda, Mahasiswa & Olahraga DPD NasDem Kabupaten  Gunung Kidul

Ketua Delegasi ABN DPW NasDem DIY

1 Comment

  1. oksami nurul yadi on

    TEORI SOSIAL BASIC NEED

    Teori ini menyatakn bahwa pemerintah wajib menyediakan pelayanan gratis pada bidang informasi dan layanan kebutuhan dasar sosial bagi seluruh rakyatnya. Kebutuhan dasar itu yaitu pendidikan dan kesehatan.

    Pada bidang pendidikan kebutuhan dasar ini tergantung pada kondisi sosial yang ada di masyarakat contoh nya sekarang batas pendidkan yang menjadi acuan kondisi seseorang dalam masyarakat yaitu s1.

    Kekurangan teori ini adalahbahwa membengaknya jumlah pengeluaran pemerintah, unutk itulah perlu adanya sokongan dari masyarakat. Masyarakat dalam proses ini diharapkan memiliki kesadaran sosial yang tinggi, bagi masyarakat yang mampu membiayai kebutuhan sosial dasarnya sendiri diharapkan memberikan sumbangan kepada institusi pendidikan sesuai kemampuannya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: