Belajar dari Kebersamaan

0

 Oleh : Bryan Iskandar *)

Mahasiswa ABN Utusan Kalteng

Hari itu, Minggu, 16 Juli 2017, Presiden R.I Joko Widodo, telah membuka secara resmi Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem di Kampus ABN Jalan Pancoran Timur 2 Jakarta Selatan. ABN yang awalnya dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan, kini menjadi perhatian besar sebagian tokoh masyarakat. Terutama bagi mereka yang merasa tertarik dan ingin mengetahui seperti apa dan untuk apa Partai NasDem mengeluarkan banyak sumber daya demi merealisasikan program seperti ini. Di tengah sebagian besar masyarakatnya yang apriori serta oportunis, dapat dikatakan bahwa sumber daya yang besar ini ibarat menumpahkan garam di laut, perbuatan sia-sia.

Pekik Restorasi yang biasa dikobarkan Partai NasDem tidak hanya menjadi seruan lepas belaka. Adanya upaya konkrit menuju pemulihan kebangsaan ke arah yang lebih baik serta lebih maju inilah yang menjadi agenda utama dari Partai NasDem. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program ABN ini, guna menularkan ide-ide maupun gagasan-gagasan kepada kurang lebih 500 anak bangsa, yang terhitung masih terlampau sedikit. Tentu menjadi harapan berbagai pihak agar program ini dapat menjadi awal yang baik untuk menyebarluaskan virus nasionalisme, patriotisme, solidaristas antar sesama anak bangsa, gotong royong, tanggung jawab serta jiwa-jiwa besar.

Pada kesempatan kuliah umum yang telah disampaikan Presiden Jokowi, beliau berkata, “Saya gembira karena dapat hadir menyaksikan langsung langkah baik NasDem mendirikan Akademi Bela Negara, yang tujuan utamanya menumbuhkan semangat nasionalisme, patriotisme dan membangun soliditas sesama anak bangsa dalam merawat gotong royong. Saya sangat mengapresiasi inisiatif bangun bela negara oleh NasDem,” ujar Presiden Jokowi di kampus ABN, Jakarta, Minggu (16/7/2017).

Jika ingin melihat hasil instan dari benih-benih nasionalisme yang baru disemai ini, tentu akan terlihat sangat naif. Sebagai partai yang memiliki visi tentang kemajuan, kemajemukan dan semangat kebangsaan yang kuat, tindakan hari ini merupakan salah satu langkah nyata yang hasilnya bisa dicapai dalam 10 atau 20 tahun ke depan. Jika semakin banyak anak-anak bangsa yang memiliki paham nasionalisme, patriotisme, solidaritas antar sesama anak bangsa, gotong royong, tanggung jawab serta jiwa-jiwa besar berada pada wilayah pengabdiannya masing-masing, maka disitulah kekuatan bangsa ini berhasil menampakan wujudnya.

‘Spirit yang diteladani oleh Bapak Surya Paloh merupakan restorasi yang diawali dari dirinya sendiri. Sebagai kader dan anak negeri ini, sudah sepatutnya kita bercermin terhadap sikap yang demikian serta menjadikannya sebagai teladan’.

Demikian pesan yang disampaikan Ketua DPW NasDem Kalteng Ibu Faridawati Darland Atjeh kepada kami, saat bertemu disela-sela istirahat belajar dalam kunjungan beliau ke kampus ABN di pancoran timur jakarta selatan ini.

Melihat ini secara positif dan memiliki optimisme yang tinggi, merupakan sebuah harapan sebagai anak bangsa yang ingin melihat negeri ini menjadi semakin maju dan kuat. Tentunya dengan tidak mengabaikan sudut pandang dan upaya lainnya yang telah dilakukan oleh banyak pihak guna memajukan semangat persatuan dan kesatuan yang telah di bangun oleh para pendahulu.

* Bryan Iskandar, Mahasiswa Akademi Bela Negara Utusan NasDem Kalimantan Tengah.

Leave a Reply

%d bloggers like this: