Saan Mustopa: Gelar Pahlawan Nasional adalah Pengakuan Negara atas Jasa dan Perjuangan

JAKARTA (11 November): Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada keluarga penerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025 yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Keputusan Presiden pada peringatan Hari Pahlawan, 10 November kemarin.

“Pertama, kami ucapkan selamat kepada para keluarga yang mendapatkan gelar pahlawan baik untuk Pak Soeharto, Marsinah, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bahkan ada Kiai Kholil, tokoh dari Madura. Sekali lagi, tentu kami di NasDem mengucapkan selamat kepada mereka. Ini adalah bentuk pengakuan negara terhadap jasa dan perjuangan mereka,” ujar Saan saat ditemui di arena Puncak HUT ke-14 Partai NasDem di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Selasa (11/11).

Saan menilai, keputusan pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh tersebut harus diterima dengan lapang dada.

“Terlepas dari pro dan kontra, tentu ketika pemerintah sudah menetapkan, kita semua harus legowo. Pro dan kontra berarti sudah selesai dengan keputusan tersebut,” ucapnya.

Saan juga menyoroti bahwa penghargaan kepada sosok seperti Marsinah, perempuan aktivis buruh yang gugur memperjuangkan hak-hak pekerja, merupakan simbol penting atas penghargaan negara terhadap perjuangan rakyat kecil.

“Misalnya seperti Marsinah soal simbol perjuangan buruh dan mendapatkan penghargaan dari negara,” tambahnya.

Sebelumnya pemerintah telah menetapkan 10 Pahlawan Nasional berdasarkan kajian sejarah dan keteladanan. Adapun sepuluh tokoh yang resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, (10/11) adalah:

1. Tokoh dari Jawa Timur, Abdurachman Wahid (Gus Dur)
2. Tokoh dari Jawa Tengah, Jenderal Besar TNI (Purn) Soeharto
3. Tokoh dari Jawa Timur, Marsinah
4. Tokoh dari Jawa Barat, Mochtar Kusumaatmaja
5. Tokoh dari Sumatra Barat, Hajjah Rahma El Yunusiyyah
6. Tokoh dari Jawa Tengah, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo
7. Tokoh dari NTB, Sultan Muhammad Salahuddin
8. Tokoh dari Jawa Timur, Syaikhona Muhammad Kholil
9. Tokoh dari Sumatra Utara, Tuan Rondahaim Saragih
10. Tokoh dari Maluku Utara, Zainal Abidin Syah.

(WH/KL)

Add Comment