Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu Perlu Penanganan Terpadu

📅 29 Jul 2026 💬 0 Komentar
Bagikan artikel:

BENGKULU (29 Juli): Pelabuhan Pulau Baai memiliki peran strategis dalam perekonomian terutama pintu masuk dan keluar barang serta jasa di Provinsi Bengkulu. Namun, kawasan pelabuhan tersebut kerap mengalami pendangkalan alur sehingga memerlukan penanganan terpadu.

“Jadi hari ini saya menggali beberapa permasalahan, saya belanja masalah di sini. Dari belanja masalah ini saya sudah dapat beberapa, nanti kami juga akan kembali berkumpul dalam rangka pengumpulan data untuk melihat kira-kira masalahnya di mana,” ungkap anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Erna Sari Dewi saat kunjungan kerja reses perorangan ke Pulau Baai, Bengkulu, Selasa (28/7/2026).

Legislator NasDem dari Dapil Bengkulu itu mengatakan pembahasan pembenahan Pelabuhan Pulau Baai dilakukan dalam rangkaian agenda reses bersama sejumlah mitra kerja. Untuk sektor kepelabuhanan, pembahasan dilakukan bersama General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu Dimas Rizky Kusumayadi, Kepala KSOP Kelas III Bengkulu Petrus Christianto Martubongs, Basarnas, ASDP, Lanal, serta pihak terkait lainnya.

Erna mengatakan pembahasan tersebut memfokuskan tiga hal utama, yakni pendalaman alur pelayaran hingga minus 12 meter, penyusunan solusi jangka panjang untuk mengatasi pendangkalan alur, serta pembenahan sarana dan prasarana pendukung pelabuhan.

“Pelabuhan merupakan pintu masuk perekonomian Bengkulu sehingga pembenahan fasilitas dan pelayanan perlu dilakukan untuk mendukung kelancaran distribusi logistik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” terang Erna.

Ketua DPW NasDem Bengkulu ini juga mengungkapkan, pelabuhan Baai sebagai pintu masuk perekonomian Bengkulu, tentu harus menjadi motor utama penggerak ekonomi Provinsi Bengkulu.

Lebih jauh Erna mengatakan, pendalaman alur hingga minus 12 meter telah dibahas bersama Kementerian Perhubungan dan akan terus diperjuangkan agar kapal-kapal berukuran besar dapat bersandar di Pelabuhan Pulau Baai.

“Kalau ini bisa sampai minus 12 meter, tentu kapal-kapal besar bisa masuk ke Bengkulu. Kemudian batu bara tidak perlu lagi melakukan transshipment,” katanya.

Menurut Erna, alur pelayaran yang lebih dalam akan meningkatkan efisiensi distribusi logistik sekaligus memperkuat daya saing investasi di Bengkulu karena komoditas dapat diangkut menggunakan kapal berkapasitas lebih besar.

Selain itu, ia menilai diperlukan solusi jangka panjang untuk mengatasi pendangkalan alur karena pengerukan berkala belum mampu menyelesaikan persoalan secara permanen. Salah satu alternatif yang dapat dikaji adalah penerapan sistem sand bypassing.

“Permasalahan alur yang tidak pernah selesai, terus melakukan pengerukan berkala saja, tidak mempunyai solusi jangka panjang. Apakah dilakukan sand bypassing, tentu harus kita pikirkan,” kata dia.

Di samping pembenahan alur, Erna juga menyoroti pentingnya peningkatan sarana dan prasarana pendukung pelabuhan, termasuk fasilitas conveyor, agar pelayanan operasional semakin optimal.

Menurutnya, pembenahan sarana dan prasarana tersebut harus didukung peralatan yang memadai sehingga Pelabuhan Pulau Baai mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pergerakan logistik barang maupun penumpang.

“Sebuah pelabuhan sejatinya harus memberikan pelayanan terbaik, memberikan jasa pelayanan terbaik bagi alur logistik barang maupun orang,” pungkasnya. (dwi/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *