Home / Berita / Berita Fraksi
Berita Fraksi

Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata Menuju Kemandirian Bangsa

đź“… 19 Agu 2026 đź’¬ 0 Komentar
Bagikan artikel:

PAINAN (19 Agustus): Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Lisda Hendrajoni, mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan tidak sebatas terbebas dari penjajahan.

Menurut Lisda, kemerdekaan harus diisi dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk memastikan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mandiri.

“Semangat kemerdekaan harus kita maknai lebih luas. Bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi bagaimana setiap warga negara memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan, meningkatkan kesejahteraan dan berkembang secara mandiri,” ujar Lisda dalam refleksinya memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Bagi Lisda, perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan. Perempuan tidak hanya menjadi bagian penting dalam keluarga, tetapi juga berperan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Hal itu terlihat dari banyaknya perempuan yang menjalankan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk menopang perekonomian keluarga.

“Ketika perempuan memiliki ilmu, pengetahuan dan keterampilan, mereka bisa mengambil peran lebih besar, termasuk dalam memperkuat ekonomi keluarga dan UMKM,” katanya.

Lisda menilai kemerdekaan akan kehilangan makna apabila masih terdapat masyarakat yang kesulitan mengakses pendidikan, pekerjaan dan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup.

Oleh karena itu, peringatan HUT ke-81 RI menurut dia harus menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana pembangunan mampu menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Terlebih, amanat menciptakan kesejahteraan rakyat telah ditegaskan dalam Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan perekonomian nasional sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

“Semangat Pasal 33 adalah bagaimana kekayaan dan perekonomian bangsa digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Karena itu, pemberdayaan perempuan juga menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan amanat konstitusi tersebut,” ujar Lisda.

Menurut Lisda, tantangan perempuan pada era kemerdekaan saat ini berbeda dengan tantangan yang dihadapi para pejuang pada masa lalu.

Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut kemerdekaan dari penjajahan, kini perjuangan dilanjutkan melalui pendidikan, peningkatan keterampilan, penguatan ekonomi dan penguasaan teknologi.

Perempuan, kata dia, harus dipersiapkan menghadapi perubahan tersebut.

“Perempuan harus cerdas, kreatif, kritis dan inovatif. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat,” katanya.

Lisda juga menyoroti pentingnya literasi digital. Menurut dia, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuka peluang baru bagi perempuan, termasuk dalam mengembangkan usaha.

Penguasaan teknologi dapat membantu pelaku UMKM memperluas pemasaran, meningkatkan produktivitas hingga mendapatkan akses informasi yang lebih luas.

Karena itu, ia mendorong penguatan pendidikan masyarakat dan program-program yang dapat meningkatkan kapasitas perempuan.

Lisda menilai pemberdayaan perempuan memiliki efek berantai terhadap pembangunan.

Perempuan yang memiliki pendidikan dan kemampuan ekonomi, kata dia, akan lebih mampu membangun keluarga yang kuat. Dari keluarga yang kuat kemudian lahir generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.

“Ketika seorang ibu cerdas dan sejahtera, fondasi utama keluarga dan karakter generasi penerus bangsa akan terbangun dengan kokoh,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan pemberdayaan ekonomi perempuan dengan program pembangunan pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Lisda, selain meningkatkan kualitas gizi generasi muda, program tersebut juga dapat membuka ruang keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam rantai ekonomi.

Dengan demikian, pembangunan tidak hanya menghasilkan manfaat sosial, tetapi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Lisda menegaskan, generasi saat ini memiliki tugas untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui cara yang berbeda.

“Para pahlawan dahulu berjuang dengan senjata untuk merebut kemerdekaan. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan ilmu, kerja keras, inovasi dan membangun kesejahteraan,” katanya.

Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus terus diisi dengan kerja nyata.

Menurut dia, Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur tidak akan terwujud hanya melalui slogan. Cita-cita tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan.

“Menjadi perempuan cerdas dan sejahtera bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri. Ketika perempuan maju, keluarga ikut maju, masyarakat ikut kuat dan pada akhirnya Indonesia juga semakin maju,” kata Lisda.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Indonesia.

“Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari kita isi kemerdekaan dengan mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur!” tutupnya. (bee/*)

Diskusi

0 Komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *